Saturday, 12 May 2012

AJARAN AGAMA BUDDHA



Buddha diagungkan bukan karena kekayaan, keindahan, atau lainnya. Beliau diagungkan karena kebaikan, kebijaksanaan, dan pencerahanNya. Inilah alasan mengapa kita, umat Buddha, menganggap ajaran Buddha sebagai jalan hidup tertinggi.

Apa sajakah keunggulan-keunggulan yang menumbuhkan kekaguman kita terhadap ajaran Buddha?

1. Ajaran Buddha tidak membedakan kelas / kasta

Buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik atau jahat bukan karena kasta atau status sosial, bukan pula karena percaya atau menganut suatu ajaran agama. Seseorang baik atau jahat karena perbuatannya. Dengan berbuat jahat, seseorang menjadi jahat, dan dengan berbuat baik, seseorang menjadi baik. Setiap orang, apakah ia raja, orang miskin atau pun orang kaya, bisa masuk surga atau neraka, atau mencapai Nirvana, dan hal itu bukan karena kelas atau pun kepercayaannya.

2. Agama Buddha mengajarkan belas kasih yang universal

Buddha mengajarkan kita untuk memancarkan metta (kasih sayang dan cinta kasih) kepada semua makhluk tanpa kecuali. Terhadap manusia, janganlah membedakan bangsa. Terhadap hewan, janganlah membedakan jenisnya. Metta harus dipancarkan kepada semua hewan termasuk yang terkecil seperti serangga. Hal ini berbeda dengan beberapa agama lain yang mengajarkan bahwa hewan diciptakan Tuhan untuk kepentingan kelangsungan hidup manusia, sehingga membunuh makhluk selain manusia bukanlah kejahatan. Beberapa agama bahkan membenarkan membunuh orang bersalah yang menentang agamanya.

3. Dalam ajaran Buddha, tidak seorang pun diperintahkan untuk percaya

Sang Buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk mempercayai ajaranNya. Semua adalah pilihan sendiri, tergantung pada hasil kajian masing-masing individu. Buddha bahkan menyarankan, “Jangan percaya apa yang Kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan kebijaksanaanmu sendiri secara cermat dan teliti apa yang Kukatakan.” Hal ini pun berbeda dengan agama lain yang melarang pengikutnya mengkritik ajarannya sendiri. Ajaran Buddha tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan dan kritik-kritik terhadap ajaranNya. Jelaslah bagi kita bahwa ajaran Buddha memberikan kemerdekaan atau kebebasan berpikir.

4. Agama Buddha mengajarkan diri sendiri sebagai pelindung

Buddha bersabda, “Jadikanlah dirimu pelindung bagi dirimu sendiri. Siapa lagi yang menjadi pelindungmu? Bagi orang yang telah berlatih dengan sempurna, maka dia telah mencapai perlindungan terbaik.”

Ini bisa dibandingkan dengan pepatah bahasa Inggris, “God helps those who help themselves” –Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri. Inilah ajaran Buddha yang menyebabkan umat Buddha mencintai kebebasan dan kemerdekaan, dan menentang segala bentuk perbudakan dan penjajahan.

Buddha tidak pernah mengutuk seseorang ke neraka atau pun menjanjikan seseorang ke surga, atau Nibbana; karena semua itu tergantung akibat dari perbuatan tiap-tiap orang, sementara Buddha hanyalah guru atau pemimpin. Seperti tertulis dalam Dhammapada, “Semua Buddha, termasuk Saya, hanyalah penunjuk jalan.” Pilihan untuk mengikuti jalanNya atau tidak, tergantung pada orang yang bersangkutan. Hal ini pula yang membedakan dengan agama lain yang percaya Tuhan bisa menghukum orang ke neraka atau mengirimnya ke surga. Tatkala orang melakukan segala jenis dosa, jika dia memuja, berdoa, dan menghormati Tuhan, maka Tuhan akan menunjukkan cintaNya dan mengampuni orang tersebut. Hal ini membuat orang menjadi terdorong untuk tidak peduli, sebesar apapun dosanya, jika dia memuja Tuhan, dia akan diampuni. Karena ini pulalah, dia akan terbiasa menunggu bantuan orang lain daripada berusaha dengan kemampuan sendiri.

5. Agama Buddha adalah agama yang suci

Yang dimaksudkan di sini adalah agama tanpa pertumpahan darah.

Dari awal perkembangannya sampai sekarang, lebih dari 2500 tahun –agama Buddha tidak pernah menyebabkan peperangan. Bahkan, Buddha sendiri melarang penyebaran ajaranNya melalui senjata dan kekerasan. Di lain pihak, banyak pemimpin agama yang sekaligus juga menjadi raja dari kerajaannya, dan pada saat yang sama menjadi diktator dari agamanya.

Meskipun ada beberapa agama yang tidak disebarkan melalui senjata atau kekerasan, tetapi mereka telah menyebabkan terjadinya perang antar agama. Hal ini menyebabkan agama tersebut tidak bisa dianggap sebagai agama yang suci atau bebas dari pertumpahan darah.

6. Agama Buddha adalah agama yang damai dan tanpa monopoli kedudukan

Dalam Dhammapada, Buddha bersabda, “Seseorang yang membuang pikiran untuk menaklukkan orang lain akan merasakan kedamaian.” Pada saat yang sama, Beliau memuji upaya menaklukkan diri sendiri. Beliau berkata, “Seseorang yang menaklukkan ribuan orang dalam perang bukanlah penakluk sejati. Tetapi seseorang yang hanya menaklukkan seorang saja yaitu dirinya sendiri, dialah pemenang tertinggi.”

Di sini, menaklukkan diri sendiri terletak pada bagaimana mengatasi kilesa (kekotoran batin). Andaikan semua orang menjadi umat Buddha, maka diharapkan manusia akan beroleh perdamaian dan kebahagiaan. Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus dianggap sebagai sahabat atau saudara dalam kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian. Beliau juga mengajarkan semua umat Buddha untuk tidak menjadi musuh orang-orang tak seagama atau pun menganggap mereka sebagai orang yang berdosa. Beliau mengatakan bahwa siapa saja yang hidup dengan benar, tak peduli agama apapun yang dianutnya, mempunyai harapan yang sama untuk beroleh kebahagiaan di kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang. Sebaliknya, siapapun yang menganut agama Buddha tetapi tidak mempraktikkannya, hanya akan beroleh sedikit harapan akan pembebasan dan kebahagiaan.

Dalam agama Buddha, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencapai kedudukan yang tinggi. Dengan kata lain, setiap orang dapat mencapai Kebuddhaan. Dalam agama lain, tiada siapapun bisa menjadi Tuhan selain Tuhan sendiri, tidak peduli sebaik apapun pengikutnya bertindak. Seseorang takkan pernah mencapai tingkat yang sama dengan Tuhan. Bahkan pemimpin agama pun takkan pernah mencapai ketuhanan.

7. Agama Buddha mengajarkan hukum sebab dan akibat

Buddha mengajarkan bahwa segala sesuatu muncul dari suatu sebab. Tiada suatu apapun yang muncul tanpa alasan.

Kebodohan, ketamakan, keuntungan, kedudukan, pujian, kegembiraan, kerugian, penghinaan, celaan, penderitaan –semua adalah akibat dari keadaan-keadaan yang memiliki sebab.

Akibat-akibat baik muncul dari keadaan-keadaan yang baik, dan akibat buruk muncul dari penyebab-penyebab buruk pula. Kita sendiri yang menyebabkan keberuntungan dan ketidakberuntungan kita sendiri. Tidak ada Tuhan atau siapapun yang dapat melakukannya untuk kita. Oleh karena itu, kita harus mencari keberuntungan kita sendiri, bukan membuang-buang waktu menunggu orang lain melakukannya untuk kita. Jika seseorang mengharapkan kebaikan, maka dia hanya akan berbuat kebaikan dan berusaha menghindari pikiran dan perbuatan jahat.

Prinsip-prinsip sebab dan akibat; suatu kondisi yang pada mulanya sebagai akibat akan menjadi sebab dari kondisi yang lain, dan seterusnya seperti mata rantai. Prinsip ini sejalan dengan pengetahuan modern yang membuat agama Buddha tidak ketinggalan jaman daripada agama-agama lain di dunia.

21 comments:

  1. Mana nilai-nilai murni diaorang

    ReplyDelete
  2. Manusia yang berbuat baik bisa menjadi Tuhan ?
    Alangkah banyaknya jumlah Tuhan seiring bertambah banyaknya manusia yang baik.
    Ada banyak kesmpatan untuk menjadi Tuhan. Berjuanglah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Luar biasa.itulah tujuan akhir sebenarnya manusia agar terbebas dari sengsara(samsara)kelahiran berulang2...

      Delete
    2. Tuhan untuk diri masing masing..

      Delete
  3. membandingkan dgn agama lain saya kira kurang tepat karena kita tidak tahu ajaran yang sebenarnya. Membandingkan bukankah berarti pula menganggap kita lebih baik ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agama buddha bukan hanya utk dibandingkan.tetapi lebih dari pada itu.spt agama lain umumnya.Dipraktekkan dan dihayati.itulah intinya Buddha utk mencapai pembebasan sejati..dari penderitaan kelahiran kembali..

      Delete
    2. Kekayaan manusia menurut BUDDHA HANYA 5 macam:
      1..pikirannya
      2.perasaannya
      3.memorinya
      4.badan jasmaninya
      5.kesadarannya.
      Mengenal ke 5 kekayaan ini dan mengembangkan semua potensinya(mll perenungan meditasi dan praktek), dia akan tak terkalahkan dimanapun juga.

      Delete
    3. Anda harus pelajari dulu dan mengenali diri Anda kmdian Tambahkan keilmuan Agama lain dalam menguji kehalusan Budhi Anda pribadi utk memperoleh kebijaksanaan tertinggi.

      Delete
    4. Kekayaan manusia menurut BUDDHA HANYA 5 macam:
      1..pikirannya
      2.perasaannya
      3.memorinya
      4.badan jasmaninya
      5.kesadarannya.
      Mengenal ke 5 kekayaan ini dan mengembangkan semua potensinya(mll perenungan meditasi dan praktek), dia akan tak terkalahkan dimanapun juga.

      Delete
  4. Saya suka sekali membaca ini...ada keinginan yg begitu kuat dalam hati saya untuk mempelajari agama Budha.

    ReplyDelete
  5. Saya suka sekali membaca ini...ada keinginan yg begitu kuat dalam hati saya untuk mempelajari agama Budha.

    ReplyDelete
  6. Hanya orang2 yang memiliki Karma Matang dan Waktu yang tepat mendapatkan dan menemukan Ajaran Kebaikan yang membebaskan dirinya utk selama2nya..Berbahagialah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa biksu budha membantai warga rohingya.. bahkan lebih kejam dari binatang..

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  7. Hanya orang2 yang memiliki Karma Matang dan Waktu yang tepat mendapatkan dan menemukan Ajaran Kebaikan yang membebaskan dirinya utk selama2nya..Berbahagialah..

    ReplyDelete
  8. Kalau memang agama Buddha agama yg mengajarkan bebas kasih dan agama yg damai tanpa monopoli kedududukan seperti yg ada di point 2 dan 6. lantas kenapa umat Buddha di Myanmar membantai etnis Rohingya????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul...
      Berlawanan dengan prinsip ajarannya...

      Delete
  9. Ajaran Buddha ajaran yg damai? Itu di Myanmar damai ga? Ga membeda2kan? Itu di myanmar terjadi pembantaian hanya karna beda agama? Kata2 memang manis, tapi sikap dan perilaku lah yg berkata jujur.. nah Buddha di Myanmar sikap dan perilakunya gimana? Udah tergambar jelas,, kalian pun umat Buddha yg lain ga berbuat apa2, cuma diam. Mungkin kalu di indonesia, umat islam jadi minoritas, kalian akan bantai kami juga.! Selamatlah kalian umat Buddha di Indonesia karna kami tidak memusuhi kalian yg minoritas.
    Memang bukan masalah mayoritas atau minoritas nya, tapi bagaimana kita mengamalkan ajaran agama masing2.
    Kalu kalian umat Buddha memang bercintakasih dan damai, angkatlah suara kalian dan seru saoudara2 kalian di myanmar agar tidak semena2 dan membantai umat yg lainya.!!!

    ReplyDelete
  10. Tapi kenapa biksu budha membantai warga Rohingya

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete